Rabu, 15 Desember 2010

SKETSA KATA YANG HILANG

Dimana kata yang ilang itu ????
Terkurung dalam belenggu,,,,
terantai di tanah tak bertuan,,,,
Terjepit di antara ruang yang menghimpit,,,,
terselip diantara jerami yang berduri,,,,

Tiada kata yang terusik,,,
Membisu tak mungkin teringkari,,,
Diam berdendang dalam keheningan,,,,
semua tak terkendali dalam bisikan kalimat yang berceceran,,,,,,

Angin riuh memanggil-manggil,,,,
Dinatara ranting yang telah usang oleh kata tempo dulu,,,
Rindu aku pada kata itu,,,,
Walau Pilu menyayat hati,,,,

Lepaskanlah,,,,
wahai penjaga kata,,,,
biarkan ku terbang seperti elang,,,,
Merangkai keindahan swarna kalimat,,,,
Menghirup di hembusan detakan kata yang meraja,,,
Menacapkan di ujung senyum bidadari syurgawi,,,,

Kata yang hilang,,,,,,,,
entah kemana lagi ku cari,,,, lenyapkah kau,,,,,?????
Haruskah terlepas dari untaian kata yang lain ,,,,?????
Tapi sungguh,,,,,
Lelahku menapaki terjalnya persembunyianmu,,,
Berat memikulnya diantara kegersangan dan teriknya hanguskan hati,,,,
walau nyata megah di pondasi syairku,,,,
Membingkai di setiap bait-bait kata terindah,,,,,
Keikhlasanku menutup pintunya,,,,
Selamat Jalan Kata,,,,, Iam sorry,  Goodby,,,,

AKU, DIA DAN DIA, DIA YANG MEMBANGGAKAN, DIA YANG MEMPESONAKAN DAN AKU YANG TERHINAKAN

Sebutlah aku, sebuah bentuk egosentris dari yang bercerita tentang aku, dia dan dia. Aku adalah sebuah duri namun tak dapat melukai karena kekuatanku, namun aku bisa menusukmu dengan segala kelemahanku.  Sebuah kisah ketika malam dalam sepi dan hening tiada suara.
Sebuah Tanya terlontar “ Bagaimana dengan kolamnya? “
“ Plis dech…jangan sok care gitu…” sebuah tanggapan yang seolah tak boleh ada yang tahu dan peduli.
“ Bagaimana hubungannya dengan dia?”
“ Owh…baik-baik saja ” kalimat singkat yang menyiratkan bermacam makna.
“ Bolehkah aku bertanya lebih jauh? ” Aku seraya bertanya dengan wajah polos dan tanpa dosa.
 Tanpa berkata iya atau tidak, namun dalam ragu tersirat jelas dimatanya, apakah pertanyaan itu?
“Apakah kamu sayang dia?”
Diam seribu bahasa, tak mampu berucap kata-kata, namun akhirnya sebuah kata terlontar dengan sangat indah, penuh dengan kemesraan dan lantang terucapkan” iya….”
Aku terdiam kemudian menghela nafas panjang seraya menahan sesak yang tiba-tiba muncul, pandangan mataku kosong sembari menatap langit-langit yang tak ada binatang melata ketika itu. Hanya kipas angin yang tak berhenti berputar menghembuskan semilir sejuk seolah membuaiku dalam lena sunyinya malam. Tak ada suara jangkrik, tak ada suara kodok, hanya sesekali suara motor itu lewat di depan rumah. Dentuman keras terjadi di jantungku, menggelegar sesaat, namun kemudian padam dengan sendirinya.
Aku perlahan menelusuri sebuah sosok yang begitu membanggakan, sebuah sosok dia yang amat sangat berharga, sebuah sosok yang membanggakan, bukan bagiku bukan bagimu tetapi baginya. Setidaknya sampai dengan saat ini, ketika aku belum tahu bagaimana seutuhnya sosok yang membanggakan itu. Menjadikan aku ingin tahu dan belajar bagaiman kepribadian sang membanggakan itu.
Lewat dia sosok ini terlukis begitu nyata. Ia adalah sosok dengan paras yang indah, tampan, tinggi semampai dan juga menawan. Ia berkulit putih, tidak gelap, sangat khas untuk kulit asia berdarah parahyangan. Hati siapa yang tidak tergoda dengan bentuk fisik yang nyaris sempurna. Ia sangat sederhana namun tidak melupakan kesederhanaan hatinya. Ia senantiasa rapi dan bersih meski kadang terkesan “amburadul” namun tetap elegan. Ia bukanlah orang yang berharta maupun berjabatan, ia hanya orang biasa namun dengan segala kelebihan yang membuat yang mempesonakan “tergila-gila” untuknya. Pantaslah ia bersanding dengan nama surga…yang kekal abadi didalamnya.

Ia sosok yang berkepribadian, pintar, serta bernalar. Tidak posesive namun wajar dan proporsional. Mengerti situasi dan kondisi dan faham apa yang terjadi. Kesederhanaan keluarganya mengharuskan ia survive dan menantang kehidupan yang begitu terjal untuk melangsungkan kehidupan. Ia lahir dari sebuah keluarga yang penuh lika liku, menjadi tulang punggung bagi keluarga meski ia bukanlah yang tertua diantara saudaranya.

Ia terpelajar dan pintar, ia adalah sosok yang begitu mengerti dan logis, ia adalah sosok yang begitu tak memaksakan, ia adalah sosok yang begitu percaya, ia adalah sosok yang tahu apa yang dimau dan selalu membuat ia nyaman. Keteguhan pada prinsip-prinsip serta komitmen dalam diri pada sebuah jalinan itu sangat membanggakan dan menyanjungkan.
Dalam hal tertentu ia dingin, tidak hangat, sangat kaku, dan sangat pencemburu. Jika tak ada kabar atau tidak dapat dihubungi, maka bersiaplah dengan segala pertanyaan bertubi-tubi yang harus jelas dan tepat dalam menjawab, “kamu dari mana? Dengan siapa? Habis apa? Kok tidak bisa dihubungi? Mengapa?” Semua harus dijawab dengan tepat dan sesuai nalar. Jika tak dapat diterima dengan nalarnya, maka ia akan bicara yang “alasan tidak tepat, tidak dapat diterima dengan logika”. Jika begitu, maka ia kan menekuk muka dan cemberut seraya berfikir sambil mengernyitkan dahi, kemudian terdiam lalu berkata, “ lain kali jangan begitu ya…..” . Dalam beberapa hal ia cuek dan dalam beberapa hal juga ia inginkan agar setiap orang terlibat dalamnya. Ya, akupun pernah diceritakan tentang sosok ini sebelum aku tahu bahwa ada hubungan khusus antara mereka. Aku hanya berusaha untuk mengerti saja. Pernah juga suatu waktu ketika berbagai masalah mendera dan ia pun terlibat didalamnya, aku berusaha untuk mengerti dan aku faham, meski aku memang tak sepandai dan sepintar dia.

Antara dia dan dia, sang membanggakan dan sang mempesonakan. Ia merupakan sosok yang sempurna baginya, meskipun ia juga menyadari bahwa tak ada manusia yang sempurna, namun kekurangan itu seolah tiada, terhapus dengan kelebihan yang ia miliki. Hingga apapun ia rela untuk berikan untuknya, dan ia merasa pantas untuk mendapatkan sebuah penghargaan itu, sebuah penghargaan atas apa yang ia miliki atas kelebihannya itu. Meski ia harus binasa dan terbakar karenanya. Sungguh arti sebuah pengorbanan. Aishiteru….adalah lagu untuknya, “ Walau raga kita terpisah jauh, namun hati kita selalu dekat, bila kau rindu pejamkan matamu dan rasakan a a a aku…(Thankx..zifhilia..)” begitu indah bukan?. Meski jauh dimata, ia disini dan dia disana, meski suku berbeda, namun sejatinya sebuah hubungan telah tercipta. Sebutlah ia yang membanggakan dan dia yang mempesonakan.

Bangga sekali ia memilikinya, begitu tergila-gila sang mempesona terhadap yang membanggakan. Tak ada alasan yang bisa diungkapkan selain dari bukti kasih sayang dan pengorbanan yang tercipta untuknya.
Ketika masa tak sehat, sakit mendera, yang mengharuskan ia terbaring lemas dan tak dapat melangkahkan kaki. Sang mempesonakan tetap sabar merawat dengan penuh kasih dan sayang, menemani ketika malam menjelang, menyapa dengan senyum manis ketika pagi datang, menyajikan secangkir minuman hangat dan membiarkan ia meneguknya dalam gelas yang dipegang oleh jemari sang mempesona, menghibur ketika yang membanggakan bersedih, hingga waktu pun berjalan berhari hari dan berminggu penuh dengan kesabaran dan ketabahan. Namun hidup harus terus melaju, halangan bukanlah sebuah rintangan, namun tantangan yang penuh dengan ujian. Memapah dan membantu hingga yang membanggakan dapat duduk sampai berjalan dilakukan tanpa pamrih. Sungguh indah…. pengorbanan cinta sang mempesona dengan balutan kasih dan sayang.

Bukti kasih dan sayang itu tak hanya tercurah dalam nyata, pun dalam mimpi ia selalu terbayang oleh sang mempesonakan. Bukan sekali atau dua kali, namun seolah menjadi keharusan ketika mata terlelap dalam tidur, ia hadir dalam mimpinya, siapapun pasti dapat mendengar ketika ia mengucapkan namanya meskipun dalam keadaan tertidur. Ya…namanya yang indah terucap dari bibir mungilnya.
Dia yang begitu membanggakan. Bukan sosok imaji, namun nyata dalam cipta. Tanggal 19 nanti, sang membanggakan kan hadir menemani waktu-waktu sang mempesona. Tak terbayangkan betapa indah suasannya….jarak bukan lagi halangan.

Adalah aku, hanya seorang manusia biasa, pun juga lahir dari keluarga yang tak berharta, namun aku selalu berusaha untuk merasa cukup dan mensyukuri atas apa yang telah diterima. Aku yang tak punya rupa menawan, namun cukuplah bagiku untuk merasa bahwa aku merasa diabanggakan orang tuaku. Gigiku tak seindah dan serapi artis iklan pasta gigi, namun sebuah patahan bekas luka lama yang menjadi saksi kelemahan aku dimasa aku kecil. Aku memang berkulit agak putih, bersih dan terawat, meskipun kadang berjerawat yang membuat gawat bila dilihat akhwat..haahaha. Aku cukup tinggi jika dibandingkan rata-rata orang ditempatku, ya cukup proporsional dengan tinggi 170 cm dan berat 67 kg.
Hemh…malam itu, adalah malam yang tepat bertukar pikiran, sekedar sharing dan berusaha untuk membuat suasana yang seolah runyam menjadi jelas dan nyata. Sebuah akumulasi rasa antara logika dan perasaan. Sebuah ramuan kehidupan yang setiap orang dapat merasakan, namun tidak setiap orang mampu mengerti apa yang dirasa dan dan dapat menerima sebuah kenyataan.
Sebuah pertanyaan terlontar setelah perenungan panjang, sebuah pertanyaan mendalam setelah sekian kali rasa terkorbankan atas sebuah pengharapan yang tak mungkin dapat terwujud dan nyata di sadari sejak awal.

“ Apa sih salah aku? ” pertanyaan ini terlontar dari bibir yang tidak biasa, aku begitu berat untuk mengatakannya, jantung ini berdetak kencang, rasa pun tak menentu menanti jawaban antara harap dan cemas. Tak disangka dan tak dikira. Begitu panjang dan lebar penjelasannya. Seolah aku memang sangat bersalah, dalam hatiku bergumam “Separah itukah aku?” . Ya aku akui apabila kata-kataku sangat menyakitkan, sangat membuat tidak nyaman, sangat menjadi beban fikiran, seolah menyudutkan dan menghakimi seolah tiada satupun yang benar. Aku hanya terdiam dan terpaku merenungi. Aku tak mengerti situasi dan kondisi, seolah tak punya logika atas apa yang terjadi, oh jika begini maka akan begitu. Seolah memaksakan harus begini dan harus begitu. Posesive, merasa memiliki, padahal siapalah aku. Itu katanya. Bagaimanapun baginya “ya aku seperti ini, berusaha apatis, tidak ada yang berubah dari aku.” “Tolong kamu ngertiin aku dengan situasi dan kondisi aku”. Kemudian satu kata aku katakan….”egois”, dia tak terima dengan kata itu, apakah sikap itu adalah sebuah ke egoisan? Kemudian dia berargumentasi dengan lantang tegas dan logis. Aku hanya terdiam kemudian ku pandangai langit-langit yang waktu itu tak ada binatang melata hanya kipas angin yang berputar memberikan semilir sejuk malam, hemh…mengulang kalimat tadi.

“ Tak ada komitmen dari awal, dan sorry aku tak bisa membuat komitmen denganmu, apapun itu ”, oooh….bukannya aku tak meminta apapun dari dia.
 “ Bagiku kamu adalah sudah seperti bagian dari keluarga ini”
“ Tolong kamu juga harus fahami situasi dan kondisi keluarga aku ”
“ Jika harus memilih, ya jelaslah… aku akan lebih memilih dia ”
“ Kamu itu sangat baik, namun kamu selalu membuat aku tidak nyaman dengan perkataanmu, sorry, bagiku kata-katamu sangat menyakitkan ”
“ Kamu itu seolah tidak punya etika “
“ …. Tolong bantu ciptakan iamge yang baik buat aku, bukan selalu dipojokan dengan prasangka yang tidak-tidak . Gunakan perasaan kalo berkata-kata, karena belakangan kamu selalu membuat aku tidak nyaman dengan kalimat-kalimat yang menyakitkan buat aku…. ”
“ Selama ini, aku tidak memforce kamu kan? “
“ Cobalah bisa untuk mengerti orang lain, tahu sikon….!”
“ Bagiku, kamu enak untuk diajak sharing, sorry…Tapi gak setiap saat kan? dan memaksa kamu untuk itu, gak lebih dari itu. ”

Aku seolah tak ada harganya sebagai manusia, berharap mimpi sebuah kehangatan keluarga, namun seolah hampa dan tidak utuh. Aku memang bukanlah manusia sempurna, aku tak berharap aku akan menjadi seseorang sangat membanggakan baginya. Karena bagiku, selagi aku masih bisa memberikan sebuah ketulusan dengan sungguh-sungguh, aku akan berikan itu, meskipun dengan susah dan payah. Akupun tak berharap apapun darinya. Bagiku, menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri ketika aku dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Tidak hanya baginya pun bagi orang-orang yang memang berharga bagiku. Bagiku menjadi lilin pemberi terang lebih bermakna, namun aku tak mau jika terus menjadi lilin, aku ingin menjadi sebuah pensil yang rela dirinya terluka dan harus membiarkan bagian dirinya hilang, namun ia dapat menggoreskan tulisan, menggoreskan sejarah serta kenangan yang membekas pada setiap langkah yang ia lewati. Namun salahkah bila aku menginginkan sesuatu yang tidak aku dapatkan, sebuah kasih sayang yang benar-benar tulus tanpa ada maksud-maksud tertentu didalamnya.

Malam pun berlalu, ya aku tahu…aku ambil pelajaran….saatnya kuliah lagi……hehehe…mata kuliah kehidupan dengan SKS seumur hidup….dan aku pun pulang, aku berucap…I just wanna say thank you…

Senin, 11 Oktober 2010

CINTA DIAM-DIAM

pertama bertemu kusuka padamu. Begitu juga denganmu. Sayangnya cinta kita tak mungkin bersatu namun pernah berjannji sehidup semati, engkau punya dia sementara aku sendiri, tak mungkin orang kan tau kita mencinta, inikah namnya cinta diam diam hanya tuhan engkau aku yang tau biarkan lah raga mu ini jadi miliknya namun jiwa dan cintamu pasti untukku inikah namanya cinta diam diam......???

Sabtu, 10 April 2010

I LOVE FAMILY

saya jauh dari mereka dan saya selalu merindukan mereka....
bapak,ibu, abang dan ka2, saya minta kepadaMu ya allah berikanlah mereka kesehatan,
jauhkanlah mereka dari cobaanMu ya allah....
kadang aku sadar kalo sbenarnya aku adalah seorang anak
seorang saudara yang kurang bisa membuat mereka bahagia..
tapi ku selalu berusaha tuk buat mereka bahagia .
Ya allah buat orang tuaku berikanlah mereka kesehatan dan umur yang panjang
karena aku masi pengen bersama mereka..
Aku jauh dari mereka tapi aku yakin allah memberikan jalan terbaik buat diriku.
mungkin ini yang terbaik buat ku...
dan aku yakin allah juga pasti memberi kesempatan kepadaku dekat dengan mereka, bisa membahagiakan mereka..
dan terimakasi ya allah karena engkau memberikan sosok seorang ka2 yg sangat berbakti kepda keluarga.
berikan dia kesehatan,berikan dia rejeki karena dialah yg dekat kepada keluargaku sekarang..
sampai terkadang dia tidak memikirkan dirinya sendiri...
berikanlah yang terbaik kepadanya, berikanlah kesehatan dan sampaikan cita cita nya. tunjukkan jalan kepadanya
dan berikan kekuatan,ketabahn kepadanya..
buat abangq berikanlah kesehatan kepadanya dan keluarganya..
berkati keluarga mereka. jadikan dia sebagai seorang Bapak Yang baik dan bertanggung jawab kepada keluarganya..
dan saya juga memohon kiranya berikan juga kesehatan buat saya, jauhkan aku dari segala cobaanmu ya allah
karena aku pengen membuat keluargaku senang dan bangga memiliki anak dan saudara laki2 yang patut dibanggakan..
terima kasih ya allah aku sangat menyayangi mereka. dan aku juga sangat yakin kalo mereka sangat menyayangi aku..
walau aku jauh dari mereka aku tahu kalo mama sering doakan aku.
aku kangen sama mereka...

Kamis, 25 Februari 2010

PEDOMAN HIDUP

Dan carilah pada apa yg t'lah dianugerahkan Allah kepada (kebhgiaan) negri Akhirat dan jaganlah kmu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada org lain) sebagai mana Allah t'lah berbuat baik kepadamu dan jaganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orag-orag berbuat kerusakan," (QS.AL.Qashash:77)

Sabtu, 05 Desember 2009

MENUNGGU.....

Menunggu sesuatu yg sangat menyebalkn bagiku saat ku harus b'sabar n truz b'sabar menantikn kehadiran dirimu entah sampai kapan aku harus menunggu sesuatu yg sangat sulit tuk kujalani hidup dlm ksendirian sepi tanpamu tiada ku t'pikir tuk cari penggantimu saat kau jauh dsana. . .
Gelisah,sesaat sj tiada kabarmu kucuriga entah penantianku takkan sia2 n brikn suatu jwbn pasti entah sampai kpn aku harus b'tahan saat kau jauh dsana rasa cemburu merasuk kdlm pikiran ku melayang tak tentu arah ttg drimu "APAKAH SAMA YANG KAU RASAKAN ?"
"WALAU RAGA KITA TERPISAH JAUH NAMUN HATI KITA SELALU DEKAT BILA KAU RINDU PEJAMKAN MATAMU DAN RASAKAN A..A...AKU"
Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh t'hapus ruang n waktu ku percayakan kesetiaan ini pd ketulusan,suatu saat sendiri pikiran melayang terbang perasaanku sangat gelisah jalani kenyataan hidup tanpa gairah,lupakan segala obsesi n ambisi mu akhiri semuax cukup sampai dsini n buktikan pengorbanan cintamu untuk ku,.
"KU MOHON ENGKAU KEMBALI"

KEHIDUPAN

Kehidupan ini tidak menjanjikan kebahagiaan sepanjang masa,
kadang kala manusia diasak dengan berbagai dugaan dan ujian.
Sekiranya lemah,
kita akan terus hanyut mengikut kata hati dan tidak berusaha mencari penyelesaian untuk menyelamatkan diri dan keadaan. . .
Kehidupan itu adalah suatu nikmat bagi orang yang menghargai dan menyadarinya.